Doni Monardo Diganti, Pengamat Duga Ada 'Alergi' Pihak Istana



GELORA.CO - Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai pencopotan Doni Monardo dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) politis.

Diketahui, Doni digantikan oleh Kepala Staf Umum TNI Letjen Ganip Warsito, Selasa (25/5), dengan alasan masuk usia pensiun.

Trubus menduga pergantian Kepala BNPB dilakukan karena ada kasus dugaan korupsi alat tes Covid-19 yang menyeret nama Doni.

"Kelihatannya faktor itu (kasus dugaan korupsi alat tes Covid-19). Istana dalam tanda petik sangat alergi kalau ada anak buahnya yang, meskipun belum bisa dibuktikan secara hukum, tapi enggak mau di publik ada pengaruh," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (25/5).

Trubus menilai tak ada urgensi untuk mengganti Kepala BNPB saat ini. Apalagi, Indonesia sedang berhadapan dengan ancaman gelombang kedua yang membutuhkan fokus tinggi.

Dia juga menilai alasan pencopotan Doni karena akan masuk masa pensiun janggal. Menurutnya, Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Perpres Nomor 8 Tahun 2008 tentang BNPB tak membatasi masa bakti Kepala BNPB.

"Kalau kebijakan presiden seperti itu kesannya ada kepentingan politik, bukan persoalan penanganan covid, ada pertimbangan politik di situ," tuturnya. []
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Doni Monardo Diganti, Pengamat Duga Ada 'Alergi' Pihak Istana"

Posting Komentar