Papua Memanas, OPM Tantang TNI Perang di Bandara Sugapa Lama



GELORA.CO - Situasi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua saat ini memanas. Kelompok separatis bersenjata yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat  Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) beberapa hari terakhir ini telah melakukan serangkaian serangan terhadap aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas melakukan pengamanan di wilayah rawan konflik di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Bahkan, yang terbaru kelompok OPM yang dipimpin Panglima Kodap VIII Intan Jaya Sabinus Waker itu dikabarkan menantang TNI perang  terbuka kepada TNI-Polri.

Informasi yang dihimpun VIVA Militer, Rabu, 17 Februari 2021, surat deklarasi atau ajakan perang yang ditujukan kepada TNI itu ditulis tangan dengan tinta warna biru.

Dalam secarik kertas itu, kelompok kriminal TPNPB-OPM itu mengakui telah menembak mati sejumlah warga sipil yang dianggap sebagai mata-mata TNI.

Dalam surat yang dibubuhi tandangan dan cap stempel TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya oleh Staf Operasi OPM Undius Kogeya dan Panglima Kodap VIII Intan Jaya Sabinus Waker, serta 18 nama Komandan Kompi kelompok OPM Intan Jaya itu.

Mereka meminta agar aparat TNI dan Polri keluar dan mendatangi Bandara Sugapa Lama yang disebut mereka sebagai lokasi untuk berperang.




Untuk diketahui, sebelumnya TNI telah membenarkan keberadaan surat ajakan perang yang dilayangkan oleh TPNPB-OPM yang ditandatangani sejumlah nama anggota OPM.

Hal itu diakui Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa ketika aparat gabungan TNI-Polri berhasil menembak mati tiga orang kelompok OPM di Puskesmas Sugapa pada hari Senin, 15 Februari 2021 lalu.

Ketiga anggota OPM itu tewas karena mereka berusaha melarikan diri dari Puskesmas Sugapa dengan melawan dan merebut senjata milik aparat TNI dan Polri yang tengah melakukan pengintaian terhadap Janius Bagau.

Janius Bagau adalah salah satu anggota OPM yang terlibat dalam penembakan sejumlah prajurit TNI di Pos Paninjauan yang telah menyebabkan Prada Ginanjar Arianda tewas pada hari Senin 15 Januari 2021.

Kapen Kogabwilhan III membenarkan, Janius Bagau dan Januarius Sani yang tewas karena melawan dan berupaya merampas senjata petugas itu diketahui sebagai orang yang turut menandatangani surat pernyataan perang kepada TNI-Polri beberapa waktu yang lalu.

“Setelah dicocokan dengan identitas dan beberapa barang bukti lain seperti surat pernyataan perang oleh KKSB,  dipastikan ketiganya merupakan anggota dari KKSB yang selama ini sering melakukan aksi teror dan penyerangan terhadap masyarakat dan aparat keamanan di Sugapa,” kata Kolonel Czi IGN Suriastawa.

Berikut isi surat pemberitahuan perang yang dituliskan oleh kelompok OPM pimpinan Sabinus Waker untuk TNI dan Polri:

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)
Markas Komando Daerah Pertahanan Kodap VIII Intan Jaya

Surat Pemberitahuan
Kpd TNI/Polri Indonesia
di Intan Jaya

Kami TPNPB-OPM telah menembak mati kepada mata-mata Indonesia yang mana TNI/Polri pasang sebagai kaki tangan maka kami sudah menembak. Maka TNI/Polri tidak boleh sangkakan masyarakat sipil tetapi kami TPNPB-OPM yang melakukan.

Maka medan perang kami adalah di Bandara sampai Sugapa Lama. Maka TNI yang ada di Sugapa segera pindah ke tempat yang disebutkan.

Demikian surat pemberitahuan

Hormat kami

Staf Operasi
Undius Kogeya

Panglima Kodap VIII Intan Jaya
Brigjen Sabinus Waker

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Papua Memanas, OPM Tantang TNI Perang di Bandara Sugapa Lama"

Posting Komentar