Ade Armando Tolak Buzzer Ditertibkan: Sangat Terkesan Anti Kebebasan Berbicara



GELORA.CO - Pakar komunikasi yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armanda menolak desakan sejumlah pihak agar buzzer ditertibkan.

“Adapun soal buzzer yang harus ditertibkan pemerintah, buat saya sih mengada-ada,” ucap Ade Armando dalam video berjudul ‘Rocky Gerung Ngomel Ketika Jokowi Minta Dikritik’ yang dikutip Pojoksatu.id dari chanel YouTube Cokro TV, Senin (15/2).

Menurut Ade, buzzer adalah bagian dari fenomena kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi.

“Buzzer adalah mereka yang memanfaatkan hak konstitusi mereka untuk bicara, kadang untuk tujuan ideologis, kadang iseng, dan kadang dibayar,” ujar Ade.

Ketika konstitusi memberikan hak dan jaminan kepada warga untuk berbicara, maka siapa pun harus siap mendengar, baik yang disukai maupun yang dibenci.

“Istilah ‘menertibkan buzzer’ sangat terkesan anti kebebasan berbicara,” tegas Ade.

Ade menyatakan mendukung sepenuhnya langkah Jokowi yang meminta agar dikritik.

Peluang tersebut, kata Ade, bisa dimanfaatkan oleh siapa pun untuk menyampaikan pendapat dan kritiknya kepada pemerintah.

“Jadi kalau saya sih, saya akan mendukung sepenuhnya semangat mengkritik presiden dan pemerintah. Presiden sudah mengundang kita untuk mengkritik mereka, sekeras apapun,” jelas Ade.

“Sekarang semua bergantung pada kita, kita mau nyinyir, mau ngomel, atau memanfaatkannya untuk kepentingan bersama,” tandas Ade Armando.[psid]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ade Armando Tolak Buzzer Ditertibkan: Sangat Terkesan Anti Kebebasan Berbicara"

Posting Komentar