Mengintip Gurita Bisnis Sandiaga Uno Lewat Saratoga



GELORA.CO - Sandiaga Uno resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Sandiaga dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangkitkan kembali pariwisata nasional yang saat ini terpuruk akibat pandemi COVID-19.
Berdasarkan catatan detikcom, Senin (28/12/2020), Sandiaga Uno merupakan seorang pengusaha muda yang sukses menjalankan beberapa perusahaan.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini merupakan pendiri Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan investasi pada tahun 1998 bersama Edwin Soeryadjaya. Saratoga fokus berinvestasi pada sumber daya alam dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.


Melalui Saratoga, gurita bisnis Sandiaga Uno memang sangat luas. Saratoga merupakan perusahaan investasi yang fokus mendanai sejumlah sektor, mulai dari konsumer, infrastruktur, hingga sumber daya alam (SDA).

Dalam perjalanannya, Sandiaga juga pernah berinvestasi di bisnis maskapai penerbangan melalui Tigerair Mandala. Putra dari Mien Uno ini menghidupkan kembali PT Mandala Airlines yang berhenti terbang sejak Januari 2011, namun tak bertahan lama setelah akhirnya berhenti mengudara pada 1 Juli 2014. Pada saat itu, Sandiaga melalui Saratoga Capital menguasai 51% saham Tigerair Mandala.


Bisnis Sandiaga Uno di sektor konsumer adalah dengan Saratoga berinvestasi di Awal Bros Hospital Group yang dimulai tahun 2016, kemudian Deltomed di bidang obat-obatan herbal yang dimulai pada 2017, lalu Gilang Agung Persada (GAP) yang dimulai pada 2014. MGM Bosco yang bergerak di bidang cold chain logistic pada 2016, lalu Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang dimulai pada 2010.

Kemudian di sektor infrastruktur, Saratoga juga memiliki saham di Nusaraya Cipta sebuah perusahaan pengelola jalan tol yang dimulai pada 2006, kemudian Paiton Energy sebuah perusahaan energi yang mulai pada 2015. Kemudian Tenaga Listrik Gorontalo tahun 2012, Tower Bersama Group 2004, dan Tri Wahana Universal pada 2011.



Selanjutnya juga ada investasi di bidang sumber daya alam (SDA) seperti Adaro Energy yang mulai 2002 lalu, Agra Energi Indonesia yang bergerak di bidang oil and gas pada 2015, Amara Plantation yang bergerak di bidang perkebunan sawit pada 2010. Kemudian finder resources limited sebuah perusahaan pertambangan emas yang dimulai pada 2013, lalu Interra Resources oil and gas pada 2012.

Lebih jauh juga ada pertambangan emas Merdeka Copper Gold yang mulai pada 2014, Provident Agro yang bergerak di bidang perkebunan sawit pada 2012, Sihayo Gold pada 2012 dan Sumatera Copper Gold pada 2012.

Namun pada Januari 2017 Sandi memilih untuk mundur dari Saratoga, ia menjual kepemilikan saham di perusahaan tersebut dan mitra kerjanya Edwin Soeryadjaya membeli saham yang dijual Sandi.



Selain Saratoga, bersama Rosan Perkasa Roeslani yang saat ini menjabat ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sandiaga Uno juga mendirikan perusahaan investasi yakni PT Recapital Advisors. Recapital bergerak di sektor finansial, non finansial seperti air, properti dan gaya hidup hingga media, dan telekomunikasi.

Dalam sektor finansial berdasarkan website resmi recapital.co.id ada Recapital Securities, Recapital Asset Management, Global Sarana Lintas Artha, Recapital Life Insurance, Recapital General Insurance, Bank Pundi saat ini sudah menjadi Bank Banten.

Kemudian untuk non finansial dalam infrastruktur ada Acuatico yang membawahi Aetra air Tangerang, Aetra Air Indonesia, Aetra Air Jakarta dan Acuatico Hanoi. Selanjutnya properti dan gaya hidup, Recapital memiliki Hotel Grand Kemang dan Mesastila Magelang.


Dari bidang media dan telekomunikasi ada Bloomberg Business Week Magazine, Bloomberg TV dan Harian Indonesia Finance Today (IFT) yang sebenarnya sudah bangkrut dan dinyatakan tutup pada 2016 lalu. Namun hingga saat ini masalah pesangon untuk pegawai belum terselesaikan. Lalu Recapital juga memiliki Mahaka Media yang membawahi Republika Online dan sejumlah perusahaan periklanan.

Berdasarkan laporan Annual Report Saratoga, Sandiaga Uno tercatat menguasai saham sebesar 21,51% di Saratoga. Dia menjadi pemegang saham mayoritas kedua setelah Edwin Soeryadjaya yang menguasai 32,72% melalui PT Unitras Pertama.(dtk)
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengintip Gurita Bisnis Sandiaga Uno Lewat Saratoga"

Posting Komentar