Saat Rekor Buruk Jokowi di Medan Bayangi Nasib Bobby dalam Pilkada



GELORA.CO - Pengamat politik, Rico Marbun menyebut bahwa jalan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, menuju Pilkada Medan tidak akan mudah.

Pasalnya kata dia, nama besar Jokowi dan dukungan 4 partai politik belum tentu bisa memuluskan jalan jalan Bobby untuk meraih kursi Medan Satu.

Menurutnya, warga Sumatera Utara, khususnya Medan, tak gampang jatuh cinta pada nama besar yang berada di balik calon pemimpin daerah.

"Melihat tipologi pemilih yang ada di Medan atau di Sumatera Utara secara keseluruhan begitu, dia tidak mudah terpesona dengan nama besar yang ada di belakang kandidat. Kurang dekat apa Pak Djarot dengan sosok Pak Jokowi, dengan sosok Ahok, saat itu, tapi bisa dikalahkan oleh Pak Edy Rahmayadi," ujar Rico seperti melansir detik.com, Kamis 6 Agustus 2020.

Kata dia, lawan kuat Bobby disinyalir adalah Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.

Dia memprediksi warga Medan lebih memilih pemimpin yang mempunyai track record ketimbang disokong nama besar. Rico mengimbau Bobby tak menganggap remeh Akhyar.

"Rasa-rasanya di sana (Medan) akan lebih memilih orang yang akan punya kredibilitas dan track record yang jelas. Ini kan di era COVID seperti ini, Bobby sebagai `pendatang baru` di dunia politik," lanjutnya.

Seperti diketahui, jalan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, menuju Pilkada Medan seakan mulus.

Saat ini, empat parpol yang telah mengusung Bobby adalah NasDem, Golkar, PAN, dan Gerindra. Arah angin PDIP pun berembus ke arah suami anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu, ini.

Tapi, dengan dukungan empat parpol hingga saat ini dan nama besar sang mertua disebut belum cukup jadi bekal Bobby untuk menang.

Bobby diikuti bayang-bayang rekor buruk Jokowi di Medan. Baik Jokowi maupun orang dekatnya selalu tumbang di ibu kota Sumatera Utara itu.

Pada Pilpres 2019, Jokowi-Ma`ruf kalah di Medan. Berdasarkan data KPU, Jokowi-Ma`ruf mendapat 542.221 suara sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 645.209 suara.

Sebelumnya, Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP di Pilgub Sumut 2018 juga kalah. Djarot saat itu diusung PDIP-PPP berpasangan dengan Sihar Sitorus.

Djarot-Sihar kalah dari Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Medan. Djarot-Sihar saat itu mendapat 357.377 suara, sementara Edy-Ijeck mendapat 551.641 suara. Djarot sendiri kini menjabat Ketua DPD PDIP Sumut.[ljc]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saat Rekor Buruk Jokowi di Medan Bayangi Nasib Bobby dalam Pilkada"

Posting Komentar