Remaja Tersangka Pembunuhan Dua Demonstran Anti-Rasisme Wisconsin Adalah Pendukung Berat Donald Trump Dan Polisi



GELORA.CO - Polisi telah menahan seorang remaja yang menjadi tersangka pembunuhan dua pengunjuk rasa protes anti-rasisme di Kinosha, Wisconsin.

Ia adalah Kyle Rittenhouse, remaja berusia 17 tahun asal Illinois. Rittenhouse membunuh dua pengunjuk rasa di Kinosha dengan pistol laras panjang pada malam ketiga aksi protes anti-rasisme yang dipicu oleh penembakan terhadap warga kulit hitam Jacob Blake.

Dari laporan BuzzFeed News pada Rabu (26/8), Rittenhouse merupakan seorang pendukung keras Presiden Donald Trump. Ia bahkan sering mengunggah video dukungan untuk Trump dan polisi.

Melalui media sosial TikTok, ia mengunggah video kampanye Trump pada 30 Januari, di mana ia berada di barisan paling depan.

Ia juga kerap menyatakan dukungan untuk "Blue Lives Matter" di media sosial. BuzzFeed News mengonfirmasi bahwa Rittenhouse terdaftar dalam program Kadet Keselamatan Publik untuk Departemen Kepolisian Hindenhurst, Grayslake, dan Hainesville di Illinois.

Progam tersebut menawarkan para remaja kesempatan untuk menjelajahi karir di dunia penegakan hukum melalui aktivitas karir langsung.

Saat ini, halaman Facebok serta situs program kedet telah dinon-aktifkan.

Dari video yang beredar, sebelum melakukan aksi kejamnya pada Selasa (25/8), Rittenhouse sempat berbicara dengan petugas polisi.

Sementara dalam video lainnya, terlihat seorang remaja lelaki membawa senjata berada di tengah jalan mengacungkan senapan sebelum melepaskan tembakan yang mengenai banyak orang.  

Saksi mata mengungkap, lelaki tersebut diizinkan berjalan melewati polisi tanpa dihentikan. Di video lain, pengunjuk rasa meneriaki polisi untuk menarik perhatian tersangka.

Kepala Polisi Kenosha, Daniel Miskinis menyebut telah mengidentifikasi dua korban tewas dalam insiden tersebut.

Mereka adalah seorang penduduk Silver Lake berusia 26 tahun dan seorang penduduk Kenosha berusia 36 tahun. Seorang penduduk West Allis berusia 26 tahun juga dirawat di rumah sakit karena cedera.

Setelah insiden tersebut, Rittenhouse diduga melarikan diri dari Wisconsin dan dianggap sebagai "buronan" atas dakwaan pembunuhan tingkat pertama yang disengaja.

"Ia melarikan diri dari negara bagian Wisconsin dengan maksud untuk menghindari tuntutan atas pelanggaran tersebut," ujar Departemen Kepolisian Antiokhia.

Remaja yang tinggal di Antioch, Illinois tersebut saat ini sudah berada di dalam tahanan Sistem Pengadilan Lake County dan menunggu sidang ekstradisi untuk mentransfer hak asuhnya ke Wisconsin.

"Desa Antiokhia sangat sedih dengan banyaknya korban jiwa. Perasaan dan doa kami tujukan kepada teman dan keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai," ujar Walikota Antiokhia Lawrence Hanson.

Tidak dijelaskan bagaimana Rittenhouse mendapatkan senjata laras panjang atau bagaimana ia tertangkap dalam laporan yang dikutip dari The Independent tersebut.

Sementara itu, aksi protes anti-rasisme di Kinosha terjadi setelah polisi menembak Blake selama tujuh kali ketika ia berusaha untuk masuk ke dalam mobil pada akhir pekan.

Insiden tersebut terjadi ketika Blake berusaha melerai sebuah pertikaian di kawasan perumahan Kinosha.[rmol]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Remaja Tersangka Pembunuhan Dua Demonstran Anti-Rasisme Wisconsin Adalah Pendukung Berat Donald Trump Dan Polisi"

Posting Komentar