Soal Telatnya Unggahan Video Jokowi Marah, Pengamat Sebut Bisa Berujung Guyonan


GELORA.CO - Pengamat Politik Igor Dirgantara mengatakan ada upaya yang sedang dilakukan Presiden Joko Widodo untuk cek situasi publik sebelum benar-benar melakukan reshuffle kabinet

Hal itu tercermin dalam istana mempublikasi video pidato marah presiden selang 10 hari setelah sidang kabinet bersama para menterinya.

"Bisa diduga bahwa presiden serius ingin melakukan reshuffle kabinet tetapi dengan melihat respons publik terlebih dahulu," kata igor dalam keteranganya, Sabtu (04/07/2020).

Pengajar Universitas Jayabaya tersebut menuturkan bahwa keputusan istana tersebut dalam menunda mempublikasi video tersebut memiliki risiko bagi istana.

Menurutnya, ketika unggahan video kemarahan presiden tak berdampak apapun, bisa jadi akan ada krisis kewibawaan presiden itu sendiri.

"Akan ada krisis kewibawaan dari presiden, yang berujung pada guyonan, sindiran, bahkan hujatan kepada kepala negara," tuturnya.

Igor menegaskan hal tersebut tentu menjadi pertaruhan kapabilitas Presiden Jokowi sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia.

"Di sini reputasi Jokowi sebenarnya dipertaruhkan," tegasnya.

Igor menilai kalau pihak istana mempublikasikan video Sidang Presiden Jokowi bersama menterinya dapat pula menjadi keinginan kuat Presiden untuk melakukan perbaikan kinerja.

"Jadi, di-publish-nya video itu harus dapat mencerminkan keinginan kuat presiden menggunakan hak prerogatifnya melakukan reshuffle kabinet untuk perbaikan kinerja kabinet di periode keduanya ini," pungkasnya.[tsc]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Telatnya Unggahan Video Jokowi Marah, Pengamat Sebut Bisa Berujung Guyonan"

Posting Komentar