Geram! Gerindra: Tangkap Teroris Gampang, Djoko Tjandra Kok Susah?



GELORA.CO - Fraksi Partai Gerindra DPR RI mengecam keras oknum petinggi Polri yang menandatangani surat jalan pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Soegiharto Tjandra.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, hal itu merupakan pelanggaran yang serius.

"Itu adalah pelanggaran kode etik yang sangat serius. Yang harus dihukum berat," ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, Polri adalah institusi pertama yang memberikan sanksi berat kepada pejabat tingginya terkait kasus Djoko Tjandra ini. Ia berharap proses pemeriksaan berjalan mulus dan transparan.

"Sehingga masyarakat tahu bahwa hukum pasti ditegakkan, oknum yang bersalah pasti dihukum," ucapnya.

Kemudian yang menjadi pekerjaan rumah berikutnya, kata Habib, bagaimana caranya aparat penegak hukum segera menangkap Djoko Tjandra dengan SDM dan teknologi yang mumpuni.

"Saya yakin jika benar-benar serius dicari maka Djko Tjandra akan segera tertangkap. Kalau teroris yang lihat menghilangkan jejak saja bisa ditangkap, seharusnya Djoko Tjandra yang tidak terlatih bisa lebih mudah ditangkap," tuturnya.

Meski demikian, Politisi Partai Gerindra itu mengapresiasi gerak cepat Polri yang langsung memeriksa petinggi tersebut, bahkan melakukan penahanan dan mencopot jabatan meskipun pemeriksaan masih terus berlangsung.

"Kami memaknai, kalau pemeriksaan selesai maka hukuman yang lebih berat menunggu si terduga pelanggar. Kita harus bedakan antara oknum dan institusi," pungkasnya.[ljc]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Geram! Gerindra: Tangkap Teroris Gampang, Djoko Tjandra Kok Susah?"

Posting Komentar