Warga Palestina Penyandang Autisme Ditembak Mati Polisi Israel


GELORA.CO -  Pemakaman Iyad Halaq diwarnai suara-suara untuk melakukan pembalasan terhadap Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut penembakan mati seorang laki-laki autis Palestina oleh polisi yang mencurigainya sebagai seorang teroris sebagai tragedi. Inilah komenter terbuka pertama Netanyahu sejak Iyad Halaq, 32, ditembak di Yerusalem Timur yang diduduki Israel ketika ia berjalan menuju sekolah untuk orang-orang berkebutuhan khusus.

"Apa yang terjadi pada Iyad Halaq adalah tragedi," kata Netanyahu dalam pertemuan kabinet pada Minggu (07/06).

"Ini adalah laki-laki dengan keterbatasan -autisme - yang dicurigai sebagai teroris di lokasi yang sangat sensitif, dan kami tahu itu keliru," jelasnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan belasungkawa dan menambahkan akan menyelidiki penembakan itu.

Pengacara keluarga Halaq, Jad Qadmani, mengatakan muncul "kecurigaan yang semakin besar bahwa polisi melakukan kejahatan, dan kami berharap mereka yang melakukan penyelidikan agar meneruskannya dan menarik aparat polisi ke meja hijau," katanya, sebagaimana dikutip surat kabar Haaretz.

Apa yang terjadi pada Iyad Halaq?

Pada tanggal 30 Mei, Iyad Halaq berjalan kaki dari rumahnya di kawasan Wadi al-Joz di Yerusalem Timur ke Kota Tua untuk mendatangi pusat layanan bagi anak-anak dan orang dewasa berkebutuhan khusus.


PM Benjamin Netanyahu menyampaikan belasungkawa atas penembakan pria penyandang autisme Iyad Halaq.
 
Kepolisian Israel mengatakan unitnya yang berpatroli "melihat seorang tersangka dengan benda mencurigakan yang terlihat seperti pistol".

"Mereka memintanya untuk berhenti dan mulai mengejarnya dengan berjalan kaki. Selama pengejaran, petugas juga melepaskan tembakan ke arah tersangka, yang kemudian dilumpuhkan," menurut pernyataan polisi.

"Tidak ditemukan senjata di tempat kejadian setelah kami melakukan pencarian di kawasan itu."

Hasil otopsi menunjukkan Halaq ditembak dua kali di bagian dadanya.

Sepupu Halaq, Dr Hatem Awiwi, mengatakan Halaq menyandang autisme dengan tingkatan rendah dan dia kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Ia hanya berkomunikasi dengan ayah dan ibunya.

Dikatakannya Halaq tidak tahu apa sebenarnya polisi itu dan ia lantas lari.

Bagaimana reaksi yang timbul?

Penembakan itu menyulut kemarahan luas. Ribuan orang menghadiri pemakamannya, sementara banyak warga Palestina dan warga Israel turun ke jalan-jalan untuk memprotes apa yang terjadi pada Halaq.

Kalangan aktivis menyejajarkan penembakan ini dengan kematian warga Amerika Serikat keturunan Afrika, George Floyd, di Amerika Serikat (AS), yang menyulut protes meluar di negara itu dan juga dunia.


Menurut sepupunya, Iyad Halaq hanya mau berbicara dengan ibu dan ayahnya.
 

Para pengguna media sosial menggunakan tagar "Black Lives Matter" yang muncul setelah kematian Floyd di tangan polisi AS menjadi "Palestinian Lives Matter".

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz menyatakan penyesalannya atas penembakan itu.

Penembakan mati Iyad Halag terjadi di tengah ketegangan sehubungan dengan rencana Israel mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Kebijakan itu membuat pihak Palestina marah besar. Presiden Mahmud Abbas bahkan telah membatalkan seluruh perjanjian dengan Israel dan Amerika Serikat.[viva]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Palestina Penyandang Autisme Ditembak Mati Polisi Israel"

Posting Komentar