Prabowo Subianto Dinilai Figur Tunggal Gerindra Jadi Capres 2024


GELORA.CO - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai Prabowo Subianto masih tetap menjadi figur tunggal di Partai Gerindra untuk diusung menjadi Calon Presiden 2024 nanti. 

Karyono mengatakan, jika melihat gelagatnya Prabowo, Gerindra masih nafsu untuk mengusung ketua umumnya tersebut. 

"Geliat Prabowo juga mengindikasikan masih ingin maju menjadi capres pada Pemilu 2024 nanti. Posisi ketua umum partai tentu bisa menjadi modal bagi Prabowo untuk maju menjadi capres lagi," kata Karyono, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Karyono, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga saat ini figur Prabowo untuk sementara menempati posisi teratas. Hal ini disebutnya menandakan bahwa Prabowo masih memiliki peluang. 

"Hal itu disebabkan juga karena figur Jokowi sebagai pesaing terkuat Prabowo menurut konstitusi tidak bisa maju lagi untuk ketiga kali berturut-turut," jelas Karyono.

Kemudian, lanjut Karyono, faktor lain yang membuat tingginya elektabilitas Prabowo saat ini lantaran sudah memiliki basis pendukung saat pilpres sebelumnya yang masih cenderung militan hingga sekarang. 

"Tetapi ini baru posisi sementara. Tentu perlu dilihat peta perubahan dukungan dalam dinamika politik ke depan yang masih sangat dinamis," ucapnya.

Lebih lanjut Karyono mengatakan bahwa meski saat ini Prabowo menjadi figur capres terkuat, tetapi tidak serta-merta membuat pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu bakal mulus dalam Pilpres 2024. Pasalnya, sejumlah tantangan bisa menghadang Prabowo. 

Bisa saja, menurutnya, dalam dinamika politik ke depan figur-figur capres yang masih segar dan energik seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, dan figur lainnya mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas Prabowo.

Tantangan lainnya, ungkap Karyono, basis pendukung Prabowo bisa berpotensi mengalami pergeseran. Ia menilai, posisi Prabowo di pemerintahan ibarat pisau bermata dua. Ada yang setuju Prabowo bergabung ke dalam pemerintahan, ada pula yang menolak, pun ada yang puas, ada pula yang kecewa. "Posisi di pemerintahan bisa menguntungkan, tapi bisa juga merugikan," ucapnya.

Bagi Karyono, jika Prabowo berhasil mengukir prestasi yang monumental sebagai Menhan bisa menguntungkan. Tapi sebaliknya, jika dia menunjukkan kinerja yang buruk, bisa merugikan karena bisa merusak citranya. Dengan posisi Prabowo saat ini, bisa berpotensi membuat sebagian pendukungnya migrasi. Tapi hal itu tergantung pula siapa pasangan Prabowo nanti. 

Maka pilihannya, katanya, Prabowo harus menunjukkan prestasi di pemerintahan sembari menjaga pendukungnya agar tetap loyal. Tetapi, jangan sampai Prabowo dan Gerindra main 'dua kaki'. Kaki yang satu di pemerintahan, kaki yang satu lagi berperan menjadi oposisi. "Jika itu dilakukan, justru tidak akan mendapat keuntungan politik yang signifikan. Rakyat sudah cukup terlatih membaca dan menilai manuver para politisi," paparnya.

Lantas bagaimana dengan sikap Presiden Jokowi. Apakah Jokowi akan bergantian mendukung Prabowo pada Pilpres 2024 sebagai imbalan lantaran Prabowo bergabung di pemerintahan? "Menurut saya tidak bisa dinilai secara hitam putih seperti itu. Jokowi tidak mungkin mengambil risiko sebesar itu," ujarnya.

Karyono meyakini, Jokowi pasti sudah berhitung tentang posisi politiknya di Pilpres 2024. Mantan Wali Kota Solo itu diyakininya pula tidak akan gegabah mendukung Prabowo. "Saya yakin, Jokowi sudah menyadari bahwa Pilpres 2024 merupakan ajang pertarungan karena tidak ada petahana. Jokowi tidak bisa maju lagi untuk ketiga kali berturut-turut."[]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Prabowo Subianto Dinilai Figur Tunggal Gerindra Jadi Capres 2024"

Posting Komentar