Nowicki Berlayar untuk Bertualang, di Laut Sumatera Dia Dapat Cerita Panjang


GELORA.CO - Tadeusz Nowicki berlayar dari Australia menuju Jakarta. Seorang diri, dia kemudikan yacht krem-cokelat miliknya mengarungi Samudera Hindia.
Di usia 70 tahun dia jalani hari-harinya di tengah lautan. Dari arah Australia, dia putari Pulau Sumatera hingga masuk ke Selat Malaka dan berlabuh di Batam, Kepulauan Riau.

Setelah itu dia hendak melanjutkan pelayarannya menuju ibu kota Indonesia: Jakarta. Cerita panjang Nowicki di laut Sumatera dimulai.

Apa tujuan Nowicki ke Jakarta? "Mencari inspirasi, dia adventurer. Dia suka bertualang," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Jumat (29/5/2020).


Jumat (22/5) tengah malam di perairan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Di tengah laut saat gelap gulita, kapal pesiar pribadinya kedatangan tamu tak diundang. Sejumlah orang naik ke kapalnya dan mengangkut barang-barang.

"Diduga pelaku 2 kapal, ada 10 orang. Empat orang pakai senpi," ujar Kombes Pandra.

Sejumlah barang yang dicuri di antaranya uang AUD 700, GPS dan alat navigasi, ponsel, bahan bakar minyak (BBM), dokumen kapal dan paspor, makanan, alat masak, kemudi kapal/setir kapal, dinamo starter, serta aki. Praktis kapal Nowicki tak bisa lagi melaju.

Nowicki tak dicelakakan para pelaku. Pria itu lalu menekan tombol alat keselamatan pelayaran emergency position indicating radio beacon (EPIRB). Sinyal darurat tersebut lalu diterima International Maritime Organization (IMO) dan diteruskan kepada Kedubes Australia di Jakarta.

Kemudian pihak Kedubes Australia meneruskan info tersebut kepada instansi terkait, termasuk Polri yang kemudian anggota Ditpolair Polda Lampung bersama Polres Tulang Bawang menggunakan kapal polisi nomor lambung 2001 bergerak menuju titik koordinat di mana korban berada," kata Pandra.

Polisi bergerak bersama KPLP, Tim Satgas COVID-19, dan Basarnas Lampung mendatangi kapal bernama Hoopla. Kadeus ditemukan telah berada di perairan Tulang Bawang, Lampung. Setelah dicek kesehatan, Nowicki dibawa sedikit ke tepi perairan.

Di sini, selama 2 pekan Nowicki tidak ke mana-mana. Barangkali, ini momen 2 pekan paling lama yang dilalui dalam hidupnya. Nowicki hanya di laut, di atas yacht Hoopla-nya.

Dalam periode tersebut, dia diisolasi sebagai protokol COVID-19. Petugas bergantian mendatanginya, mengantarkan logistik yang dibutuhkan. Pun petugas membantunya komunikasi dengan pihak keluarga, Kedubes Australia, hingga jurnalis Australia.

"Dan dia merasakan puas dengan pemerintahan Indonesia. Dia sangat terkejut diberi fasilitas komunikasi. Dia sebagai korban memberi apresiasi kepada kepolisian. Karena kan dia diselamatkan di tengah lautan," jelas Pandra.

Dalam video yang diterima, terlihat petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel darah Nowicki untuk kepentingan rapid test Corona. Berdasarkan Surat Keterangan dari UPTD Puskesmas Way Dente yang dikeluarkan pada Kamis (28/5), Tadeusz dinyatakan negatif Corona.

Dalam video lain, terlihat pula anggota polisi membantu Nowicki berkomunikasi menggunakan ponsel. Nowicki terdengar menceritakan pengalamannya dan mengabarkan kondisinya saat ini.

Dia mengatakan mesin kapalnya tidak dapat dihidupkan karena ada sejumlah barang yang hilang. Dia ingin berada di tempat yang aman.

"Sulit untuk dijelaskan karena peristiwa itu terjadi pada malam hari dan gelap. Aku merasa lebih baik, ini perasaan yang cukup menyenangkan. Aku ingin ada di tempat yang aman," ujar Nowicki kepada seseorang saat berbicara via ponsel.

Nowicki juga sempat dibawa ke perairan perbatasan OKI Sumsel dan Tulangbawang Lampung untuk diperlihatkan barang bukti yang diduga dijarah pelaku pada Kamis (28/5). Barang bukti yang ditunjukkan ialah GPS, mesin perahu 8 pk, TV, perahu stainless dan fiber, teropong, kabel, las listrik, kompas, senter, accu, hingga perkakas dalam kotak.

Dua pekan berlalu. Tadeusz telah mengantongi dokumen perizinan. Dia kini bisa ke Jakarta untuk lanjut pulang ke negaranya.

"Tadeusz sudah menemukan paspornya yang waktu itu beliau kira hilang/dicuri dan setelah pengecekan stempel visa oleh Imigrasi Bandar Lampung, sudah dikonfirmasi bahwa tidak ada masalah dengan visa Tadeusz. Yang bersangkutan bisa kembali melanjutkan perjalanannya melalui darat, laut, atau udara," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (6/6).

Nowicki dalam kondisi sehat telah bertolak dari perairan Kuala Teladas menuju Jakarta sejak Sabtu (6/6) pagi. Yacht Hoopla yang telah mendapatkan perizinan dari pihak syahbandar, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, serta Kedutaan Australia digandeng kapal nelayan KM Ralif Jaya.

Kapal tersebut dikawal personel Ditpolairud Polda Lampung Komandan Kapal C2.2001 Teladas dan Satres Tulang Bawang hingga tiba Jakarta. Setelah itu, Nowicki direncanakan melanjutkan perjalanan pulang ke Australia.

Tadeusz mengucapkan terima kasih kepada kepolisian Lampung yang telah membantunya.

"Terima kasih for The Police Lampung because everything become so easy when the police forces come to this place (untuk Kepolisian Lampung karena semuanya menjadi sangat mudah ketika pasukan polisi datang ke tempat ini), terima kasih," ujar Tadeusz.(dtk)
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nowicki Berlayar untuk Bertualang, di Laut Sumatera Dia Dapat Cerita Panjang"

Posting Komentar