Korban Jiwa Bentrokan Tentara China-India Kebanyakan Jatuh ke Jurang


GELORA.CO - Bentrokan berdarah antara militer China dengan tentara India yang terjadi di Ladakh, perbatasan Himalaya, masih menyisakan misteri. Hingga kini, belum diketahui penyebab pecahnya keributan tersebut.  

Namun, sedikit demi sedikit fakta mulai terungkap. Diberitakan The Guardian, Jumat (19/6), tentara China dan India dilaporkan terlibat bentrokan selama enam jam pada malam hari.  

Dalam keributan itu, pimpinan peleton tentara India dilaporkan terpojok hingga ke bibir jurang oleh tentara China. Alhasil, dia tewas usai terjatuh ke jurang.  

Setelah peristiwa itu, ratusan pasukan India yang berada 2 kilometer dari lokasi langsung merapat. Akhirnya, terjadilah bentrokan 600 tentara dari kedua belah pihak menggunakan batu, tongkat besi, dan senjata ala kadarnya. 

Dari bentrokan itu, korban jiwa dari kedua belah pihak dilaporkan banyak terjadi karena terjatuh ke jurang atau didorong dari tepi jurang gunung.  

Pihak India mengkonfirmasi 20 tentara tewas dalam bentrokan itu, dengan sedikitnya empat orang berada dalam kondisi kritis. Sementara, hingga kini pihak China belum mau membuka jumlah korban, meski dari sumber intelijen didapat setidaknya 50 tentara China tewas.  

Tak hanya jatuh ke jurang, India Today juga memberitakan bahwa jasad tentara India dimutilasi. Hal itu akhirnya membuat pasukan India semakin marah. 

Pemerintah India menuduh tentara China melanggar kesepakatan kedua negara terkait perbatasan serta telah merencakan aksi menyerang tentara India.  

Namun, tuduhan itu ditolak mentah-mentah oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Menurutnya, pihak India bertanggung jawab atas konflik itu menyusul kelakukan para tentara yang sengaja masuk ke perbatasan China. []
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Korban Jiwa Bentrokan Tentara China-India Kebanyakan Jatuh ke Jurang"

Posting Komentar