Eks Pimpinan KPK: Sidang Kasus Novel Panggung Sandiwara


GELORA.CO - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif menyebut bahwa tuntutan satu tahun penjara yang disampaikan jaksa penuntut umum terhadap para terdakwa peneror Novel Baswedan, tidak masuk akal.

Laode kemudian membandingkan tuntutan jaksa terhadap Bahar Bin Smith dengan dua terdakwa penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Tidak dapat diterima akal sehat. Bandingkan saja dengan penganiayaan Bahar Bin Smith," ujar Laode, Jumat, 12 Juni 2020.

Diketahui, jaksa pada kasus penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar, menuntut enam tahun penjara. Jaksa menuduh Habib Bahar "melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan pada anak yang mengakibatkan luka berat."

Sementara pada kasus Novel Baswedan, yang notabene para pelakunya adalah polisi aktif, penegak hukum, dan sampai membuat penyidik KPK itu cacat kedua matanya, justru hanya menuntut 1 tahun penjara. 

"Saya melihat pengadilan ini sebagai ‘panggung sandiwara’," kata Laode. 

Pada sidang yang berlangsung Kamis kemarin, 11 Juni 2020, jaksa menuntut Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dengan pidana satu tahun penjara.

Jaksa menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri. []
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Eks Pimpinan KPK: Sidang Kasus Novel Panggung Sandiwara"

Posting Komentar