Iuran BPJS Naik tapi BBM Tidak Turun, Risiko Punya Pemerintahan Tanpa Empati


GELORA.CO - Rakyat Indonesia yang tengah menderita selama wabah Covid-19 semakin tercekik atas kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Padahal, rakyat selama ini sedang memohon agar harga BBM diturunkan di tengah pandemik Covid-19. Ini mengingat harga minyak dunia yang sempat anjlok.

Menurut, pengamat dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah kenyataan itu merupakan risiko yang harus ditelan oleh rakyat Indonesia. Sebab, rakyat sedang dipimpin oleh penguasa yang tanpa empati.

"Inilah risiko warga negara miliki pemerintahan tanpa empati," ujarnya, Minggu (17/5).

Sementara penegasan pemerintah bahwa tidak akan menurunkan harga BBM, menurut Dedi Kurnia sangat mengkhawatirkan.Sebab, hal itu menunjukkan bahwa pemerintah semakin menekan masyarakat.

“Masyarakat akan semakin terbebani dan nyaris tidak sanggup menahan kesulitan," pungkas Dedi. (*)
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Iuran BPJS Naik tapi BBM Tidak Turun, Risiko Punya Pemerintahan Tanpa Empati"

Posting Komentar