Acara yang Diikuti Pendeta S di Bogor Sempat Dihadiri Wali Kota Bima Arya


GELORA.CO - Pendeta S yang diketahui merupakan Warga Kepulauan Riau diketahui meninggal usai dinyatakan positif Corona oleh Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam setelah diisolasi beberapa waktu.  Pendeta S diketahui mengembuskan nafas terakhir pada Minggu (22/3/2020).

Kematian Pendeta S sendiri diyakini meninggal karena tertular dari Klaster Bogor, lantaran sempat melakukan perjalanan ke Kota Hujan tersebut.

Pihak GPIB Zebaoth Bogor sebelumnya juga menyatakan ada jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) meninggal usai pertemuan di Bogor pada akhir Februari lalu.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Zebaoth Bogor Pendeta Omiek Kaharudin mengatakan, pertemuan di Bogor merupakan Rapat Kerja Tahunan atau Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB 2020. Agenda tersebut diketahui dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2020 hingga 29 Februari 2020 di Aston Hotel BNR Bogor.

Pada pertemuan tersebut dikuti kurang lebih 600 utusan dari 25 provinsi yang rata-rata pendeta. PST GPIB sendiri merupakan program tahunan GPIB dengan penanggung jawab Majelis Sinode GPIB. Untuk pelaksanaannya, Majelis Sinode membentuk dan menugaskan panitia yaitu Mupel GPIB Jabar 2.

“Peran Zebaoth Bogor hanya tempat pendaftaran saja sesuai permintaan Majelis Sinode dan setelah pendaftaran para peserta mencari tempat penginapan masing-masing dan besok paginya tanggal 26 Februari 2020 baru menuju ke Aston hotel BNR,” kata Pdt Omiek Kaharudin seperti dilansir Batamnews.co.id-jaringan Suara.com pada Minggu (22/3/2020).

Terkait adanya jemaat GPIB meninggal setelah mengikuti PST, Omiek mengatakan Majelis Sinode GPIB telah memberikan penjelasan.

Laporan yang akurat dari Majelis Sinode dan dapat dipercaya, sebagai berikut:

Sebanyak empat orang yang meninggal warga GPIB setelah mengikuti PST. Dari keempatnya hanya dua orang yang sempat menjalani pemeriksaan. Yang satu terkena infeksi menular. Dan yang satu lagi terindikasi covid-19.
Sebanyak empat orang sedang dalam pengawasan (PDP).
Sebanyak dua orang sedang dalam tahap isolasi apakah positif covid-19 dari PST belum ada penjelasan resmi.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui juga menghadiri pertemuan jemaat GPIB di Hotel Aston Bogor sebelum dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

“Memang waktu itu akhir bulan, tiga minggu lalu kira-kira, saya menghadiri acara GPIB di Hotel Aston di BNR, bersama-sama Ketua MPR, ramai sekali,” katanya

“Saat itu, situasinya biasa saja. Tapi kemarin saya mendengar ada empat jemaat di situ meninggal,” katanya.

Untuk diketahui, seorang pendeta perempuan berinisial S berusia 51 tahun yang sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam Kepulauan Riau (Kepri) meninggal dunia karena Virus Corona atau Covid-19.

Pendeta S diketahui merupakan kasus pertama positif Virus Corona di Kepri, sekaligus pasien pertama yang meninggal pada Minggu (22/3/2020) sekira pukul 19.30 WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi.

"Iya benar," ujarnya kepada Batamnews-jaringan Suara.com seperti dilansir pada Minggu (22/3/2020) malam.

Diketahui merupakan Ketua Majelis Jemaat GPIB Bahtera Hayat, Batam. Dari pelacakan yang dilakukan tim penanganan corona sebelumnya, Pendeta S sempat menghadiri seminar GPIB se-Indonesia di Aston Hotel Bogor. Dalam seminar itu dihadiri perwakilan gereja dari beberapa daerah di Indonesia pada 25-28 Februari.[sc]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Acara yang Diikuti Pendeta S di Bogor Sempat Dihadiri Wali Kota Bima Arya"

Posting Komentar