Pengamat: Densus 88 Ngejar Teroris di Lubang Semut Aja Bisa, Harun Masiku Gimana?



GELORA.CO - Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP, Harun Masiku masih belum bisa ditemukan oleh Polisi.

Padahal pada beberapa waktu, Juru Bicara KPK Ali Fikri mengaku akan meminta bantuan dari Kepolisian, khsusnya Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk menangkap Harun Masiku.

Hal ini aneh, mengingat tekhnologi dari KPK maupun Kepolisian yang sudah sangat canggih.

Begitulah pertanyaan kritis yang diaampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/2).

Ray Rangkuti berpendapat, argumentasi pihak kepolisian dan juga KPK, tidak cukup masuk akalnya. Sebab, kedua lembaga penegak ini tidak punya cukup alasan, jika melihat kemampuan yang mereka miliki.

"Densus 88 itu mengejar orang ke dalam suatu lubang semut, yang istilahnya sangat sulit ditemukan bisa kok mereka," ujar Ray Rangkuti.

"Teroris saja yang lebih siap untuk lari aja mereka siap buat ngejar kok. Masa densus 88 enggak bisa ngejar Harun Masiku," sambungnya.

Lebih lanjut, Ray Rangkuti pun meminta Polisi dan KPK membuka kasus suap yang melibatkan eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, dengan sebenar-benarnya.

"Intinya terus terang aja lah polisi sama KPK, mau nangkap atau enggak gitu loh. Itu lebih baik daripada terus menerus berkilah kesana kemari. Itu yang enggak masuk akal kita argumen-argumennya," kata Ray Rangkuti

"Bahkan dalam tingkat tertentu seperti melecehkan kemampuan mereka sendiri," pungkasnya. [rmol]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengamat: Densus 88 Ngejar Teroris di Lubang Semut Aja Bisa, Harun Masiku Gimana?"

Posting Komentar