Andi Arief: Partai Demokrat Tidak Deal Tertutup Di Bali, Sikap Dinyatakan Setelah 40 Hari Kematian Ibu Ani


GELORA.CO - Partai Demokrat masih berduka karena ditinggal mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono. 

Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni lalu di National University Hospital (NUH) Singapura setelah menderita kanker darah selama tiga bulan.

Ibu Ani dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. 

Ketika dikunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu, SBY mengatakan dirinya masih menata hati setelah ditinggal sang istri.

Itu tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono ini belum mau bicara banyak soal berbagai kemungkinan pasca Pilpres 2019. 

Satu hal yang jelas, sebut Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, partanya disiplin dalam semua tahapan pemilihan umum dan pemilihan presiden. 

“Partai Demokrat disiplin, mengakhiri koalisi nominasi capres/cawapres dengan baik-baik, mengakui kemenangan Pak Jokowi-Ma'ruf,” ujar Andi Arief beberapa saat lalu. 

Dia juga menyatakan, sepanjang menanti masa berduka berakhir, partainya tidak secara diam-diam melakukan pertemuan dengan pihak pemenang. 

Andi Arief tidak menyebutkan lebih lanjut maksudnya. Namun patut diduga, ia merujuk pada kabar pertemuan antara kubu Prabowo Subianto dengan kubu Jokowi. 

“(Partai Demokrat) tidak melakukan deal tertutup di Bali atau di luar negeri, sambil menyatakan sikap nantinya setelah situasi duka 40 hari atas wafatnya Ibu Ani,” demikian Andi Arief. [rmol]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Andi Arief: Partai Demokrat Tidak Deal Tertutup Di Bali, Sikap Dinyatakan Setelah 40 Hari Kematian Ibu Ani"

Posting Komentar