Prasetyo Edi Marsudi Vs Anies Baswedan: Siapa yang Jujur?

Bawah Gambar
-

Oleh Hasan Rio Sumantri (Pemerhati Kebijakan Publik)

"Dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar, terus mau dijual Rp 1 triliun. Kita makan riba, itu buat saya. Saya sebagai orang muslim, ya mohon maaf ya, lebih jahat riba daripada orang minum bir. Coba itu dipikirkan lagilah," kata Prasetio 

(Ketua DPRD DKI: Bung Pras)

"Ya itulah. Nambahnya cuma segitu-segitu juga uangnya. Dana itu jauh lebih bermanfaat bila kita gunakan untuk pembangunan bagi masyarakat kita. Apalagi dengan ukuran APBD kita sekarang, itu menjadi kecil sekali dari situ," 

(Anies Baswedan : Gubernur DKI Jakarta)

Kedua taklimat (keluhan) di atas perihal penjualan saham  PT Delta Djakarta, Tbk dengan memakai otoritas masing masing sedang melakukan penyaringan opini publik antara jual dan tidak jual kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta, Tbk.  Kita sekilas takjub dengan pernyataan Bung Pras sang wakil rakyat yang tetiba begitu islami dengan pernyataannya. Dan Bang Anies sebagai man with honor berupaya memenuhi aspirasi warganya dalam koridor demokrasi menyalurkan aspirasi itu kepada dewan perwakilan rakyat DKI yang diketuai Bung Pras.

Kita tidak menyoalkan islami tidak islaminya pernyataan seorang Bung Pras. Karena itu wilayah privat walau dalam syariah compliance itu cacat metodis. akan panjang diskusi kita menyoal dari sisi syariah compliance. Tapi ini soal akal sehat saja. 

Anies berdiri pada akal sehat. Pelepasan saham bir yang ternyata jauh dari perkiraan publik hanya 50 miliar setahun tidak sebanding dengan kapitalisasi sebuah pabrik bir pada umumnya semisal kompetitornya Bir Bintang secara business to business layak keputusan untuk dijual. 

Perlawanan Bung Pras menjadi lucu karena yang namanya saham dalam perseroan terbatas adalah hak pemegang saham junto disini adalah Gubernur DKI  untuk melepasnya atau tidak melepasnya. Saham adalah kepemilikan nominee yang siapa pun bisa mendapatkan. Ia tunduk pada hukum perseroan bukan trias politika!. Atau jangan jangan ada agenda tersembunyi Bung Pras? 

Sejak Reformasi kepemilikan PT Delta Djakarta warisan Belanda itu sudah pindah tangam ada di perusahaan raksasa Philipina Sam Miguel sebagai pemegang saham terbesar. Kepemilikan saham Pemprov DKI tidak signifikan. Tidak sebanding dengan valuasi aset dan atau nilai bukunya. 

Keuntungan terbesar dari minuman akohol itu dinikmati pemegang saham terbesar tapi tidak ada artinya bagi warga DKI. Sudah benar langkah Bang Anies melepas saham. Bung Pras jangan ngeyel apalagi pake dalih sebagai orang islam makan riba bukan domain anda bicara syariah compliance. Omongan Anda cacat metodis sebagai wakil rakyat. Dan harus jujur untuk siapa yang Anda perjuangkan? Toh Rakyat dalam hal ini warga DKI bersepakat dengan Bang Anies. 

Valuasi bisnis sekelas PT Delta Djakarta harusnya bisa lebih besar dari sekadar 50 miliar setahun. Ada apa? Bagaimana pajak pajaknya selama ini?  Dengan melepas saham Bang Anies akan bisa konsentrasi dengan capaian kebahagiaan warganya. Bung Pras menggalang saja kekuatan membeli saham Pemprov DKI senilai 1 triliun rupiah ketimbang mempertontonkan kenaifan. Warga DKI bisa menilai siapa yang paling jujur. [tsc]

http://bitly.com/2SMk2gW
Silakan Baca Berita Menarik Lainnya di Klik Sini
loading...
Labels:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget