Andi Arief Minta Mahfud MD Ungkap Pihak yang Mau Gagalkan Pemilu

Bawah Gambar
-

Andi Arief Minta Mahfud MD Ungkap Pihak yang Mau Gagalkan Pemilu

GELORA.CO – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila Mahfud MD menyebut pihak yang berencana menggagalkan penyelenggaraan Pemilu 2019 secara lugas.

Sebelumnya, Mahfud mengatakan ada gerakan yang menginginkan Pemilu 2019 berjalan kacau hingga berujung kegagalan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut hal tersebut pun sudah menjadi pembicaraan di masyarakat.

“Kita tunggu penjelasan Prof Mahfud soal siapa yang mau batalkan pemilu,” tutur Andi melalui pesan singkat, Rabu (20/1).

Andi menilai pernyataan Mahfud MD tersebut jelas membuat resah. Terutama partai politik dan para calon legislatif yang sejauh ini telah berkampanye.

Menurut Andi, lebih baik Mahfud menyebutkan siapa pihak yang berencana mengacaukan pemilu. Andi menganggap itu perlu dilakukan daripada suasana menjadi keruh karena kecemasan banyak pihak.

“Kalau bapak [Mahfud] tahu laporkan saja. Pembina Pancasila kok membuat resah,” tantang Andi.

Andi sendiri mengaku heran alasan Mahfud membeberkan hal tersebut. Apalagi, sambungnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saja belum pernah bicara perihal gerakan mengacaukan pemilu seperti yang diucapkan Mahfud.

Andi mengatakan dulu mantan Presiden Soeharto juga kerap mengatakan ada upaya – upaya menggagalkan pemilu. Pernyataan Soeharto itu, lanjut Andi, membuat resah masyarakat. Dan, menurutnya, hal serupa terjadi setelah pernyataan Mahfud keluar.

“Para Caleg Demokrat dan sejumlah partai lain sudah susah payah berjuang di dapil, kalau bapak buat resah dengan isu itu, dosa bapak menumpuk,” ujar Andi.

Andi kemudian menyebut ada tiga kemungkinan pelaku yang membuat penyelenggaraan pemilu gagal. Dia mengatakan itu telah terjadi di seantero belahan dunia. Tiga kemungkinan pelaku yang dimaksud antara lain, pemerintah yang berkuasa, angkatan bersenjata, dan bencana alam katastropik.

“Kira-kira yang mana Prof Mahfud?” kata Andi.

Mahfud MD sebelumnya menyebut saat ini ada teori yang berkembang di masyarakat soal upaya menggagalkan pemilu. Tujuannya, mengganti orang-orang lama dengan orang-orang yang benar-benar baru di pemerintahan.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam Dialog Kebangsaan Seri IV dengan tema ‘Mengokohkan Kebangsaan: Menjaga Nalar Sehat dan Berbudi’ yang digelar di halaman Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah.

“Sekarang ada teori yang berkembang dari mulut ke mulut, belum ramai, mumpung pemilu, ini ada sebuah gerakan, belum besar, tapi inginnya pemilu ini kacau sehingga nanti gagal, lalu pemerintah tidak [kubu] ini, tidak [kubu] itu, kosong,” tutur Mahfud MD di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (19/2) dikutip dari Antara. [cnn]


http://bitly.com/2IqMghe
Silakan Baca Berita Menarik Lainnya di Klik Sini
loading...
Labels:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget