Kami Bisa Bangun Parpol dari Nol

Kami Bisa Bangun Parpol dari Nol

GELORA.CO – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak mengkritik para politisi muda yang saat ini yang hanya bermodalkan handphone serta nongkrong di cafe. Fenomena ini, menurut Dahnil, dianggap cara berpolitik instan dan jauh berbeda dengan kultur politik yang membutuhkan proses kaderisasi panjang.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia sekaligus salah satu politisi muda, Tsamara Amany, mengaku tidak sepakat. Tsamara beranggapan jika politisi muda sepertinya menghadapi tantangan yang tak mudah. Sebagai contoh ketika dirinya dan rekan sejawat membangun PSI dari nol hingga akhirnya diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM diwarnai berbagai dinamika.

“Ya kalau kami sama sekali tidak merasa modal handphone ya karena kami tahu betul bagaimana sulitnya masuk parpol, membangun parpol melewati proses vertifikasi parpol, membangun parpol dari nol,” kata Tsamara ketika dihubungi kumparan, Sabtu (6/10).

Tsamara mencontohkan proses panjang ketika dirinya menjadi salah satu calon legislatif DPR RI dari PSI. Perempuan berusia 23 tahun ini melewati proses ujian dan berhadapan dengan beberapa tokoh seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, sastrawan Goenawan Mohamad, dan mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

“Jadi kalau dikatakan modal handpone, mana mungkin tokoh-tokoh seperti itu meloloskan caleg PSI kan? Maka dari itu sekali lagi kami tidak merasa seperti dikatakan Mas Dahnil. Jadi harus ditanyakan kepada Mas Dahnil siapa yang anda maksud politisi muda?,” ucap Tsamara. 

Untuk itu, Tsamara merasa tak tepat jika Dahnil menyalahkan gaya berpolitik generasi muda saat ini. Tsamara beranggapan jika politik membutuhkan sentuhan gaya anak muda dengan pelatihan dan sistem pengawasan kinerja.

“Kami membangun sistem rekuitmen dan kami selalu katakan juga kalau nanti mereka jadi anggota DPR, kami akan bikin sistem monitoring untuk mereka untuk mengawasi kinerja mereka di dalam DPR sana. Jadi kalau paradigma kita, akan kita bangun sistem aja di parpol itu cara berpolitik muda,” tegasnya.

Sebelumnya, Dahnil menyinggung banyak anak muda terlalu gampang menyebut diri mereka ‘politisi muda’. Ia menyayangkan anak muda yang akhir-akhir ini ikut andil dalam politik tidak memiliki bekal kaderisasi yang kuat dan hanya modal handphone dan hobi ngafe.

“Saya melihat anak muda sekarang banyak yang mau terjun politik. Tapi ada juga anak yang terjun ke politik model dan modal demokrasinya hanya HP (handphone) dan ngafe,” jelasnya.[kumparan]


Anda sedang membaca Kami Bisa Bangun Parpol dari Nol
Lebih lengkap baca sumber http://bitly.com/2BZAMfS
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kami Bisa Bangun Parpol dari Nol"

Posting Komentar