Natal, Alat Politik Dangkalkan Akidah

Humas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur Muhammad Usman menyatakan Natal merupakan mitos yang sangat salah namun dijadikan alat politik Kristen untuk mendangkalkan akidah umat. “Dan itu dijadikan senjata politik oleh orang-orang Kristen untuk mendangkalkan akidah umat Islam,” tegasnya kepada mediaumat.com, (15/12).

Dari sudut sejarah, bebernya, siapa pun akan melihat Natal  25 Desember sebagai kelahiran Yesus adalah tidak betul. “Bahkan di daerah kelahirannya  itu tidak pernah ada salju,” ungkapnya. Celakanya, kesalahan ini malah dibudayakan oleh orang-orang Nasrani. “Maka itu adalah persoalan akidah. Jadi bukan hanya adat atau hanya hubungan antar kemanusiaan. Tetapi itu sudah menyangkut masalah keimanan,” ujarnya.

Karena, lanjut Usman, bagi orang Kristen Natal itu bagian dari keimanan yang mereka yakini sebagai hari kelahiran Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Jelas ini merupakan kesalahan mendasar. Karena Yesus itu sebenarnya adalah Nabi Isa as yang hanyalah hamba dan utusan Allah SWT. “Jadi kalau orang Islam turut mengucapkan selamat atau bahkan merayakannya, ya kebawa salah juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional Nafsiah Mboi yang juga menteri kesehatan, menyatakan bahwa Presiden SBY dan Wapres Boediono akan turut menghadiri Perayaan Puncak Natal Nasional yang akan diselenggarakan pada 27 Desember.

“Presiden mengharapkan penyelenggaraan puncak perayaan Natal 2012 bersifat inklusif, dan dapat dirasakan semua pihak, tidak hanya oleh umat Kristiani,” ungkap Mboi. 
mediaumat.com
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Natal, Alat Politik Dangkalkan Akidah"

Posting Komentar