Halloween Costume ideas 2015

Blog.Bringislam.web.id

Astaghfirullah, Siswi Kelas 6 SD di Tuban Diajukan Nikah Belia Karena Sudah Hamil

Astaghfirullah, Siswi Kelas 6 SD di Tuban Diajukan Nikah Belia Karena Sudah Hamil Masa SD adalah masa-masa yang mungkin akan menyenangkan bagi sebagian anak-anak

Masa SD adalah masa-masa yang mungkin akan menyenangkan bagi sebagian anak-anak, karena masa-masa tersebut adalah masa-masa yang asyik untuk bermain. Tapi beda halnya dengan siswi yang satu ini, di usianya yang masih belia bahkan belum masuk Sekolan Menengah atau SMP, tapi ia harus sudah mengandung anak.


Zaman edan! iya kata itulah yang tepat untuk menggambarkan kejadian di salah satu Desa di kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, baru-baru ini. Bagaimana tidak, seorang anak 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas 6 SD sudah hamil dan akhirnya harus menikah pada usia sangat belia.

Siswi Anak SD
Foto Hanya Ilustrasi

Kejadian ini terungkap tatkala orang tua anak tersebut mengajukan dispensasi kawin (diska) usia dini ke Pengadilan Agama Tuban pada Jumat (23/1/2015). Sholihin Jamik, Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Tuban mengaku kaget ketika mendapat laporan dari staffnya tentang hal tersebut.

Untuk yang perempuan, usianya baru 12 tahun, sedangkan yang laki-laki sudah 23 tahun.  Namun dia enggan membeberkan identitas anak dan pasangannya itu.

Dia mengakui, pengajuan diksa dengan usia rata-rata masih kelas VI SD tersebut cukup mengejutkan dan membuatnya miris. Sebab, sejak menjabat sebagai wakil panitera pada awal 2011, pihaknya baru kali ini menerima pengajuan diska dengan usia 12 tahun.

”Awalnya mendapat laporan dari staf saya. Jujur, saya sangat kaget dan prihatin karena ini sangat langka,” tutur mantan tim seleksi (timsel) calon komisioner KPUK Bojonegoro tersebut.

Sholihin mengatakan bahwa bila anak tersebut tidak hamil duluan, permintaan diska dari keluarganya akan langsung ditolak pengadilan. Namun berhubung sudah hamil dan demi kebaikan bayi yang ada dalam kandungan anak tersebut, maka pengadilan dengan terpaksa mengabulkan diska itu.

“Dengan terpaksa pengajuan itu bakal tetap di proses” kata Sholihin, seperti dikutip dari JPNN.

Menurutnya, itu dilakukan karena mengedepankan kemaslahatan bagi si jabang bayi. Sebab, jika tidak dinikahkan, saat lahir bayi itu memiliki status legal.

“Kalau saja belum hamil, pasti akan langsung ditolak karena usianya masih sangat kecil” jelasnya.

Ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Di satu sisi Islam sangat menganjurkan perkawinan. Perkawinan bertujuan membentuk keluarga yang diliputi rasa saling cinta mencintai dan rasa kasih sayang antara sesama anggota keluarga yang penuh ketenangan. Realisasi tujuan mulia ini harus didukung oleh kesiapan fisik dan kematangan jiwa dari masing-masing mempelai, sehingga menimbulkan rasa tanggung jawab pada mereka. Oleh karena itu di dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-undang No 1 tahun 1974 membatasi usia nikah yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita.

Bayangkan jika Indonesia memiliki sekitar 400 kabupaten dan kota, rata-rata mengajukan pernikahan dispensasi setiap tahunnya 25 kasus, berarti ada 10.000 pasangan pernikahan dini di Indonesia akibat berhubungan intim dan hamil di luar nikah setiap tahunnya di Indonesia. Alamak!
http://blog.bringislam.web.id

Poskan Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget