Halloween Costume ideas 2015

BringIslam.web.id

Portal Berita Islam

Terbaru
'Idul Adha afganistan Agenda Sinting Ahok Akhlaq Akhwat Seks Akhwat shalihah Al-Arabiya Al-Islam Al-Qaida Al-Quds aliran sesat Alqur'an Amerika Amerika Bangkrut Anak Anak SD anal Analisis Ansyad Mbai Cari Muka Anti HTI Anti islam Apa Itu Jilboobs Apec Aqidah Arab Arab Saudi Artikel Artikel Islam Artis Arts AS Ashobiyah Australia Azab Bakso Babi Bali Ban Ki-moon Banci Bangladesh Bangsa Monyet Bantahan Hizbut-Tahrir Bantul Barat Basyar Asyad BBI BBM BBM Naik Bentrok Kendal Berita Berita Islam Berita Suriah Biseksual Bisikan Syetan Bisnis BLSM BNPT Bosnia BPJS Bps Buddhis Budha Budhis buletin Burma Candi Borobudur Chevron China CIA Cinta CyberWar Daerah Dakwah Dalil Khilafah Damaskus Daulah Democrazy Demokrasi Densu88 Densus Densus Ngawur Densus88 diskusi DIY Do'a Dolly DPR Drone Dunia Gila Dunia Islam Ekonomi Ekonomi Islam Eksploitasi perempuan embrio Erdegon Exploitasi Muslimah Facebook Fahmi Amhar Felix Siauw Felix Siaw Fenomena tak Lazim Fereeport Fiksi Filipina Film Fiqih Forum Ulama FPI Freeport Game Game Menghina Islam Gay Gaza GBK Gema Pembebasan Gempa Bali Generasi Gerakan Anti Islam Gila google GPI Guantanamo Gunung Kelud Guru Tawon Gus Sholah Gwe bgt Habib Riziq Hacker Hadharah Hadhoroh Hadist Halaqoh Online HAM Hamas Hamfara Hanung Bramantyo Hanura Hari Ibu Harokah Harry Tanoe Hasib Umat Islam Headline Hijab Hijrah hikmah Hindu Hiraclius Hizbut-Tahrir Hizbut-Tahrir Indonesia Hizbut-tahrir Sesat Homo Homs Hot Hot Topic HTI HTI Sesat HTI Sumut Hujan Darah I'edul Adha I'edul Fitri Iblis ICMS Ideologi Idrus Ramli Iedul Adha Ijtima'iy ikhwanul muslimin Ilmu Imam Syafi'i IMF India Indonesia Indonesia Lawyer Club IndonesiaMilikAllah info Info kesehatan Inggris Inspirasi Intelektual Muslim Internasional Intifadah irak Iran Irene Handono ISIS Islam Ismail Yusanto israel Jakarta Jambi Janin Jember Jenggot JICMI 2013 Jihad Jihad Seks JIL Jilbab Jilboobs Jima JIS JK JKN Jogjakarta Jokowi Jokowi-Ahok Jokowi-Jk Jombang Jubir Judi Online Jurus Ampuh Membungkam HTI kaffir Laknatullah Kafir Kafir Harbi Fi'lan Kafir Penjajah Kahsmir Kapitalisme Kapitalisme Tumbang Kaum Luth keadilan Keajaiban Kebebasan Kebesaran Allah Kekerasan kekerasan terhadap anak Keluarga Kemiskinan Kendal Kerudung Kesehatan Keterbelakangan Khabar Khasmir Khazanah khilafah khitbah Kholifah Khutbah 'Iedul Fitri Kimua Kin KIP Kisah Kolonial Komunis Kondom Konspirasi Konspirasi Amerika Konstitusi Konsultasi kontes Kecantikan Kontes Keputrian Kontes Muslimah Kontes Perempuan Kontroversi Korea Utara Korupsi KPI KPK Kriminal krisis bawang Krisis Mesir Kristen Radikal Kristenisasi Kristologi Kritik KUHP Kulite Jeruk Kunang-Kunang Surga Lailatul Qodar LBGT LDII Nasional Lebanon Lesbian Liberal Liberalisme Liqo Syawal Liqo' Syawal Longsor Luar Negri Maha Bharata Mahasiswa Mahfud MD Makanan Makanan Sehat Malang Malaysia mali Manfaat Kulit jeruk Manusia Marcos Tuwan Marcusuar masa lalu Media Megan Young Menarik Mendagri Merayakan tahun baru Mesir Metro Tv MHTI Miras Miris Misionaris Miss Worl 2013 missword MissWorld MK MNCTV Motivasi Mua'alaf Mualaf Muhammadiyah Muharram Muhasabah MUI Mujahid Mujahidah Mujahidin Mukjizat Mukmin Muktamar Khilafah Muktamar Ulama Munarman Murtadin Mus'ab bin Umair Muslim Muslimah Muslimah Hizbut-Tahrir Indonesia Musyrik my experience Myanmar Nabi Muhammad nabi palsu Nafsiyah Nashoro Nasihat Nasional Nasional TKI Nasionalisme Nasrani Natal Nato Neoliberal New life News ngawur Nu Nushroh Obama opini Pacaran Padang Pakistan Palembang Palestina Pancasila Papua Merdeka Partai Bulan Bintang PBB Pedofil Pelarangan Hijab Pelarangan Kerudung Bali Pelecehan Pembakaran Al-Qur'an Pembakaran Al-Quran Pemenang Missworld Pemerintahan Baru Pemikiran Pemilu Pemimpin Pemuda Pemuda Pemudi Pemudi Pendidikan Pendidikan Anak Pendidikan Indonesia Penguasa Penghianat Penguasa Pengkhianat Pengungsi Suriah Pengusaha Muslim Penipuan Penjajah penjajahan Penodaan Penyadapan Perang Perayaan tahun baru Perempuan Pernikahan Persib Pertamina Photo pilkada Jabar Pilkada Jakarta Pilpres PKB PKN PKS Plesiran Pejabat Poligami Politik Polri Porno Poster Prancis Presiden Baru Propaganda Puasa Quraish Shihab Qurban Ramadhan Ranjang Remaja Renungan Reportase Rezim Diktator Riau riba Rizqi Rohingnya Rohingya Rohinngnya Rohis Rohngnya Rokok RPA Ruhut Sitompul Rusia RUU Ormas Sahabat Rasul Sains Salibis Salju Sara SBY Sedekah Sejarah Sejarah Demokrasi Seks Sekuler Sekulerisme Semarang Sendau Gurau Senjata Kimia Sertifikasi Seruan Silaturrahmi Akbar Sinting Sistem Sampah siyasah Social Media Solo somalia Sosok Sperma Streaming Subhanallah Sudan Sumpah Pemuda Sunnah Nabi Surabaya Surat Pembaca Surga Suriah Syakhsiyah Syakhsiyah Islam Syam Syariah Syetan Perempuan Syi'ah Syiah Syuhada taaruf Tabligh Akbar Tafsir Tafsir al-Qur'an Tahanan tahun baru tahun baru 2014 Takziyah Tambang Emas Tambang Freeport Tangerang Tanya Jawab Tarbiyatul Aulad Tarif Listrik Tausiyah Tebu Ireng Tekhnologi Tepi Barat Teroris Terorisme terroris Thariqoh Thoghut Ticket Jicmi Timur Tengah Tips TKI Togel Online Tokoh Tolak Apec Tolak Miss World Tolak Obama Transgender tsaqofah Tsaqofah Islam Tunisia Turkey Turkistan Timura Tv One Uighur Ukhuwah Ulama Ummat Islam Umum Undip Unik Ust. Arifin Ilham Ustadz Felix Siauw Utang Indonesia Valentain Valentine Video Waktu Luang Wanita Wawancara We Want Khilafah Xinjiang Yahudi Yogyakarta Yunani Zionis


Di tengah gejolak  ketidakpastian di Zona Euro pasca Brexit yang dimenangkan oleh kelompok pro Inggris keluar dari Uni Eropa, dan kemelut perbankan nasional yang makin genting, warga Italia mulai panik. Mereka mulai menyerbu  bank-bank untuk menarik tunai uang yang mereka simpan di bank.  Dikabarkan mesin-mesin ATM  telah kosong akibat diserbu nasabah.

Hari-hari ini PM Italia,  Matteo Renzi, tengah berusaha untuk dapat kembali menerapkan kebijakan bail out, yakni menggunakan dana publik, untuk menolong dan menalangi beberapa bank besar Itralia yang tengah sekarat.  Bila bail out dapat kembali dijalankan  kebijakan bail in, yakni bank dituntut menggunakan dana internalnya – dan itu berarti dana nasabahnya – untuk menjaga likuditasnya, dapat dihindari. Bagi nasabah, tentu, secara langsung akan lebih aman dengan bail out, meski pada akhirnya beban ini dialihkan kepada seluruh rakyat, melalui pemajakan.  Isu akan diterapkannya bail in membuat nasabah ingin mneyeleamtkan hartanya, dengan menariknya secara tunai.

Warga Italay belajar dari krisis yang terjadi di Yunani, dan khususnya, Siprus, beberapa waktu lalu, yang tidak lagi dapat menarik hartanya yang disimpan di bank-bank.  Sebab, ini yang tidak banyak disadari masyarakat, perbankan memang tidak memiliki apa-apa, kecuali bit komputer. Maka ketika terjadi krisis, tak ada lagi yang bisa diserahkan kepada nasabahya, “harta” nasabah yang ada di memori komputer bank itulah yang kemudian disita.

Sektor perbankan Itala hari ini memang sangatlah buruk. Tingkat kredit macetnya mencapai angka 17-21%, ini  sekitar tiga kali dari batas aman, yakni pada NPL 6%. Wajar para bankir berupaya memaksa pemerintah Italia mengambilalih persoalan ini. Sementara, warga Italia, tentu ingin mendapatkan jaminan keamanan dananya. Di tengah perdebatan soal soulsi itulah kini warga Italia mulai tidak percaya pada perbankan dan menarik keluar  dananya.

Persoalan krisis finansial di Italia ini diyakini akan merembet ke Uni Eropa lain, bila tidak terselesaikan dengan baik.  Maka, Bank Sentral Eropa, ikut berupaya agar perbankan Italia dapat keluar dari krisis.

Tumpukan  kredit macet di Italia telah mencapai 360 miliar euro  akibat dari resesi yang melanda Italia selama tiga tahun belakangan. Dan angka 360 miliar euro itu setara dengan  sepertiga dari total kredit macet di Eropa dan setara dengan seperlima dari nilai produksi Italia. Tahun 2016 ini  dipandang sebagai kesempatan terakhir perbankan Italia untuk  selamat atau terus sekarat. Itulah sistem riba yang tidak ditopang oleh harta riil apapun, dan dilandasi oleh penggelembungan melalui kredit berbunga. Satu titik pasti luluh lantak.

Sumber: zaimsaidi


Tanggapi Kesewenangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Seniman Ini Ungkapkan Perasaannya Lewat Lukisan, Anda Pasti Terharu

Menanggapi bentrokan yang meletus beberapa waktu yang lalu di Masjid Al-Aqsa, Palestina, seorang seniman lukis, Deni Je, mengungkapkan perasaannya melalui lukisan yang diunggahnya di facebook (5/06).


Lukisan yang berjudul "Saudaraku Terluka, Tentaraku Tertahan" itu menunjukkan Masjid Al-Aqsa yang kubahnya terkoyak oleh bintang segi enam simbol negara Israel. Mengucur darah segar dari koyakan tersebut. Sementara itu di sekitarnya ada banyak bendera negara-negara muslim seperti Arab Saudi, Mesir, Pakistan , dan Turki. Akan tetapi ada sesuatu yang aneh. Semua bendera itu terkurung oleh kawat-kawat tajam.

"Masjid Al-Aqsa saya gunakan sebagai perlambang kaum muslimin Palestina. Sedangkan bendera-bendera di sekelilingnya saya pakai sebagai simbol negeri muslim dan para tentaranya. Mereka tidak dapat bergerak menolong saudaranya karena terpenjara oleh kawat berduri, yaitu sistem negara bangsa yang sekarang ada", terang Deni melalui wawancara.

Seperti dikutip dari aljazeera.com (26/6), belasan jamaah Masjid Al-Aqsa terluka dalam bentrokan Ahad, 26 Juni lalu. Hal ini dipicu oleh izin yang diberikan pemerintah Israel terhadap pemukim Yahudi untuk memasuki masjid suci ketiga umat Islam itu, di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Menurut Kiswani, Direktur Masjid Al Aqsa, sepuluh korban jatuh akibat peluru karet dan pukulan dari polisi Israel.

Seorang muslim tentu akan sangat sedih mengetahui kejadian ini. Berulang kali otoritas Israel membantai dan menzhalimi muslim Palestina. Ribuan nyawa telah gugur. Tetapi tidak ada satupun tentara dari negeri muslim yang besar dan banyak itu dapat bergerak, dikirim ke sana untuk membela mereka, apalagi mengusir Zionis Yahudi dari tanah kaum muslimin tersebut. Padahal para presiden negara itu dan para tentaranya juga sama-sama muslim.

Deni menjelaskan, "Ini karena negeri-negeri muslim menerapkan sistem negara bangsa (nation state, ed). Suatu negeri tidak akan melakukan campur tangan, bahkan akan menutup mata ketika negeri lain disakiti, meskipun mereka sesama muslim. Padahal kalau tentara-tentara itu dikerahkan, Israel pasti akan tunduk, apalagi tentara mereka dikenal penakut."

"Dengan menghilangkan sekat negara bangsa itu, dan menggantinya dengan sistem khilafah, maka seorang khalifah akan dengan mudah menggerakkan tentaranya, membela orang Islam yang sekarang dizhalimi, baik yang di Palestina, Suriah, maupun Rohingya.", simpul Deni.

Deni Je, Seniman Muslim Kontekstual

Menurut Teguh Wiyatno, pelukis cat air dari Yogyakarta, Deni adalah seniman yang kontekstual. Ia cerdas dan responsif menangkap permasalahan yang ada di tingkat lokal maupun global.

"Sangat bagus jika ada seniman muslim yang lugas dalam penyampaian ide. Ini akan mudah diterima masyarakat awam yang biasanya secara emosional mudah tertarik dengan isu yang sedang berkembang. Terlebih bagi seorang muslim, karya ini secara spontan dapat membangkitkan ghirah keislaman mereka.", tutur Teguh.

Sebelumnya, Deni juga membuat lukisan yang merespon isu keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit Britain Exit), dengan perspektif ideologi Islam yang kuat. Ada juga lukisan berjudul "Maling Teriak Maling" yang menggambarkan stigma intoleransi yang sering dituduhkan pada umat Islam.

Deni adalah ketua komunitas Khilafah Arts Network (KHAT). Jejaring ini menghimpun para seniman yang konsen pada opini penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah. Jejaring yang baru saja meluncurkan websitenya ini mengajak kepada para perupa, musisi, desainer, sastrawan, untuk berkarya seni menyongsong peradaban Islam yang akan kembali.

Anda tertarik bergabung, atau ingin melihat sebagian karya mereka? Kunjungi situs (khilafaharts.net) dan fanpagenya (fb.com/khilafaharts). (eRTe)

Deklarasi ISI, Pembungkaman Ormas Model Orde Baru

Jogjakarta, Jumat 17/6/2016, Rektor ISI Yogyakarta, prof Dr. M. Agus Burhan, M. Hum menyampaikan deklarasi pelarangan ormas dan orpol di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. Deklarasi dibacakan di depan seratusan massa alumni ISI Jogja. Salah satu poin dalam deklarasi tersebut adalah pelarangan penyebaran ideologi yang bertentangan dengan visi & misi ISI Jogja.

Pelarangan tersebut bertolak belakang dengan kebebasan mimbar akademis yang diagung-agungkan dunia akademis sendiri. Mimbar akademis semestinya mensikapi wacana-wacana yang berkembang dengan wacana tandingan. Bukan dengan tindakan pencekalan-pencekalan sepihak seperti lazim dilakukan rezim otoriter orde baru yg digulingkan oleh mahasiswa dalam reformasi 1998.

Bahkan, pelarangan itu sendiri bertentangan dengan kalimat Rektor dalam penutup deklarasi itu sendiri; yaitu bahwa deklarasi ditujukan untuk menjaga komitmen pengembangan kreativitas seni & pengembangan ilmu seni di lingkungan ISI Jogja dalam suasana akademis yang netral dan sehat. Suasana akademis yang netral dan sehat semestinya tidak melakukan represi birokratis atas wacana yang tengah menjadi primadona di masyarakat kampus. (L. Roya)
[www.bringislam.web.id]


Ramadhan yang dinanti saat ini telah benar-benar berada di tengah kita, samudera keutamaan pun telah membentang luas bagi setiap hamba yang menginginkan limpahan rahmat dan ampunan dari Rabb pemilik Arsy yang agung. Hanya orang-orang yang “tidak tahu diuntung” sajalah yang akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Benarlah sabda Baginda Nabi SAW. bahwa orang yang celaka itu adalah orang yang bertemu dengan Ramadhan, kemudian berlalu Ramadhan sementara ia tidak mendapatkan ampunan Allah SWT. Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi kita untuk memaksimalkan waktu dan kesempatan yang kita miliki saat ini untuk memperbanyak amal sholih serta menjaga agar amaliah-amaliah yang kita lakukan itu tidak berakhir sia-sia di hadapan Allah SWT.

Diantara syarat diterimanya amal ibadah seseorang adalah selain harus sesuai dengan tuntunan syariat, amalan itu juga harus disertai dengan niat yang ikhlas mengharapkan Ridho Allah SWT. Ikhlas adalah fondasi diterimanya amal ibadah seseorang. Dalam hal puasa secara khusus Rasulullah SAW. Bersabda “barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT., maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhori Muslim).
Demikian pula dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan, hendaknya kita niatkan hanya untuk mengharapkan pahala di sisi Allah SWT. sebab jika tanpa keikhlasan, maka sungguh semua Ibadah dan amalan yang kita kerjakan itu hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan, penyesalan dan kerugian yang teramat besar di akhirat nanti.

Imam Muslim meriwayatkan hadits yang cukup panjang dari penuturan Abu Hurairah RA. Bahwa Rasulullah SAW. Bersabda ““Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur’an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur’an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur’an supaya dikatakan seorang qari’ (pembaca al-Qur’an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.”

Demikianlah amalan-amalan agung dan mulia itu tertolak karena tidak dilandasi sikap ikhlas. Maka sudah sepantasnya kita mawas diri dengan terus menerus memperbaharui dan meluruskan niat kita. Jangan sampai kita terlena dengan banyaknya amal ibadah yang sudah kita lakukan selama ini. sebab boleh jadi pernah terselip riya’ dalam sholat dan puasa kita, sebab boleh jadi kita pernah kehilangan sikap ikhlas dalam dakwah dan perjuangan kita dijalan Allah. Semoga tempaan Ramadhan tahun ini akan semakin mengokohkan komitmen dan keikhlasan kita dalam beraktivitas mengharap Ridho Allah SWT. Amin ya Rabb al-alamin.

Oleh: Zahrudin, S.Pd.I (Humas HTI Sulteng)

[www.bringislam.web.id]

Ada yang Aneh dalam Deklarasi Pelarangan Ormas Orpol di Kampus ISI Yogyakarta

Jumat 17/6, di hadapan 100 massa yang terdiri dari beberapa alumni, mahasiswa, dan dosen, Rektor ISI Yogyakarta Prof. M Agus Burhan, M.Hum menyampaikan deklarasi pelarangan organisasi massa (ormas) dan organisasi politik (orpol) di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Deklarasi ini dibacakan di atas panggung kecil di depan gedung rektorat kampus.

Namun ada sesuatu yang aneh dalam acara tersebut. Nampak Yustoni Volunteero, aktivis seni sosialis Taring Padi malah berorasi di atas panggung dengan didampingi seseorang yang mengibarkan bendera organisasi massa Islam terbesar di Indonesia (Nahdlatul Ulama). Meski demikian tidak juga tampak tokoh representasi NU di atas panggung tersebut.

Satu hal lain yang menarik adalah, Yustoni juga menggunakan pakaian identitas Islam tradisional -layaknya santri, yang tampak sangat dipaksakan karena pergelangan tangannya yang dipenuhi tato. Padahal bertato hukumnya adalah haram menurut ijma’ ulama bahkan merupakan salah satu dosa besar.

Dari fenomena tersebut, nampak bahwa deklarasi hanya menyasar ormas atau orpol tertentu yang tidak disukai oleh massa, dan bukan merupakan deklarasi yang adil dan berimbang.

“Jika aktivis sosialis dan bendera NU bebas dikibarkan di Kampus ISI, lalu kenapa HTI dipersoalkan?”, ungkap seorang netizen.

Di dalam deklarasinya Rektor ISI menyampaikan tiga poin; 1) Melarang keberadaan organisasi massa dan partai politik apapun di kampus ISI Yogyakarta. 2) Melarang adanya kegiatan organisasi massa dan partai politik maupun penyebaran ideologinya yang bertentangan dengan visi & misi kampus. 3) ISI Yogyakarta menjadi pelopor perguruan tinggi seni nasional yang unggul kreatif & inovatif berdasarkan Pancasila.

(L. Roya)

[www.bringislam.web.id]

Panglima TNI: Neo Kapitalisme dan Neo Liberalisme Lebih Berbahaya dari PKI

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menghadiri simposium mewaspadai PKI. Usai memberi ceramah, Gatot menyampaikan ada yang lebih berbahaya dari PKI, yakni neo liberalisme dan neo kapitalisme.

"PKI berbahaya tapi yang lebih berbahaya neo kapitalisme, neo liberalisme," jelas Gatot di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Gatot memberi contoh di negara-negara yang terimbas dari paham neo kapitalisme dan neo liberalisme.

"Memang sudah ada contoh di Belanda, Prancis, Denmark sekarang gereja mulai dijual karena kosong. Ini proses lama-lama orang jadi ateis nanti masuk jadi komunis, jadi harus diwaspadai ini," imbuh dia.

Komunisme lanjut, Gatot, sudah dilarang sesuai Tap MPRS No 25 tahun 1966. Jadi dengan keputusan MPRS ini sudah kuat kalau komunisme dilarang.

"Jadi sudah final. Saya juga mengingatkan kebangkitan PKI bukan dilihat hanya di permukaan, tapi di bawah permukaan," tegas dia.

[www.bringislam.web.id]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget